Rabu, 11 Mei 2011

HARUNA TEMONGMERE


HARUNA TEMONGMERE

PELAKSANAAN DANA RENCANA STRATEGI PEMBANGUNAN KAMPUNG


            A. Latar Belakang Pemikiran
Dalam pelaksanaan pembangunan baik di pusat maupun di daerah, sangatlah penting adanya kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat dalam rangka keikutsertaan dan partisipasinya guna melancarkan pembangunan, karena pembangunan tidak bisa dikerjakan oleh pemerintah sendiri, tetapi perlu  ada peran serta masyarakat sejak perencanaan hingga pelaksanaannya.
            Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan bagi pemerintah dan masyarakat antara lain sumber daya manusia, perekonomian, perencanaan  pembangunan, pelaksanaan prosedur pembangunan, pencatatan dan pelaporan hasil kerja.
            Jika dilihat dari faktor-faktor di atas tentu yang menjadi faktor utama dalam pelaksanaan pembangunan adalah perekonomian. Oleh sebab itu pemerintah telah berupaya mencari solusi dengan membuat program-program dana pemerintah yang bergulir dalam kehidupan masyarakat guna mempercepat pembangunan kearah yang lebih baik dan terencana, sekaligus meringankan beban masyarakat dalam hal perekonomian terutama masyarakat yang berada di daerah tepencil dan tergolong masyarakat yang kurang mampu.
Program Dana RESPEK (Rencana Strategi Pembangunan Kampung) adalah harmonisasi dan sinkronisasi kebijakan program pemberdayaan masyarakat yang merupakan wujud dari upaya pemerintah terhadap pembangunan, Program dana ini lebih di fokuskan pada pembangunan rumah-rumah penduduk.  RESPEK ini juga memiliki arti penting dalam upaya pemberdayaan masyarakat yaitu meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan  keputusan dan pelaksanaan program mulai dari tahap perencanaan hingga pemantauan serta evaluasi program Dana RESPEK tersebut. Dimana  untuk membantu kelancaran pelaksanaan program RESPEK, pemerintah juga melibatkan masyarakat dengan membentuk kelompok kerja (POKJA) RESPEK ditingkat distrik dan ditingkat kampung dengan ketentuan: Kepala distrik sebagai pengguna anggaran sekaligus penanggungjawab program RESPEK di distrik yang bersangkutan, dan ditingkat kampung kepala kampung sebagai penanggungjawab, tokoh masyarakat sebagai ketua pokja, dan seluruh ketua RT/RW ditambah minimal seorang ahli bangunan dan beberapa masyarakat sebagai anggota/pekerja, POKJA bersifat ad.hoc (apabila berdasarkan kesepakatan kampung yang bersangkutan memperoleh dana RESPEK). Keberhasilan untuk dapat bangkit dari kemiskinan sangat tergantung dari kemauan, tekad dan optimisme seluruh pelaku pembangunan.
RESPEK adalah program dana pemerintah yang dijalankan khususnya di provinsi papua dan provinsi papua barat Salah satunya adalah Disrik Fakfak tengah yang berada di wilayah Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat yang terdiri dari 8(delapan) kampung dan  merupakan salah satu distrik yang letaknya terdekat dengan Pemerintah Kabupaten Fakfak. Hal ini jika dilihat dari letak strategisnya tentu seharusnya sangat mempengaruhi kelancaran Pembangunan melalui dana RESPEK Pemerintah ini, dibandingkan dengan distrik-distrik lain di kabupaten Fakfak, tetapi dari penyaluran dana yang diberikan dari tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota hingga Distrik, masing-masing Kampung seharusnya memperoleh 100 juta /6 bulan, namun dalam aplikasinya pemberian dana ke tiap-tiap Kampung tidaklah sama. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan tingkat jarak dan kesulitan tiap Kampung tidaklah sama, jika Kampung itu tergolong jauh sekalipun masih bisa di katakan mudah untuk dijangkau perolehan dananya bisa mencapai 100-125 juta, dan bagi kampung yang jaraknya dekat dengan pusat pemerintahan seperti distrik fakfak tengah hanya memperoleh dana 75-100 juta, maka pembangunan di distrik fakfak tengahpun tidak berbeda dengan distrik lain bahkan bisa dikatakan agak tertinggal. Apa lagi di distrik ini seringkali masih juga ditemukan sikap-sikap pemerintah yang menurut masyarakat adalah kurang adil, sebab terkadang dana yang sampai di tangan masyarakat kurang dari jumlah dana yang seharusnya diperoleh masyarakat, dan seringkali pula lambat atau tidak sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan kepada masyarakat, adapun di antara oknum-oknum pemerintah dengan masyarakat tertentu masih juga sering terlihat sifat nepotisme, hal ini dilihat dari masyarakat yang mempunyai kerabat dekat dengan beberapa oknum pemerintah distrik akan lebih mendapat perhatian khusus dibandingkan masyarakat lain, sehingga banyak terjadi kecemburuan sosial antara pemerintah dengan pemerintah, pemerintah dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat itu sendiri,
Namun dengan karakteristik yang dimiliki oleh PNPM-Mandiri (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat -Mandiri) dalam hal sistem control pengawasan, kiranya RESPEK akan mampu menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesetaraan dan keadilan dalam menjalankan pembangunan serta keberhasilan dalam penanggulangan kemiskinan. RESPEK juga dipandang sebagai program yang sangat strategis dalam upaya mengembangkan penyelenggaraan pemerintahan hingga ke kampung-kampung yang terpencil sekalipun, Hal ini pula akan menjadi tugas pokok Pemerintah agar dapat melakukan pengawasan dan evaluasi dalam rangka menjalankan Program Dana RESPEK (Rencana Strategi Pembangunan Kampung).
            Demikian pokok-pokok pikiran penulis yang melatarbelakangi penulisan ini sehingga sebagai titik tolak pembahasan penulis mengemukakan judul :”Pelaksanaan Dana Rencana Strategi Pembangunan Kampung di Distrik Fakfak Tengah Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat”.
Ket : Skripsi ini menggunakan Metode deskriptif, menggambarkan menggunakan acuan realita.
(selanjutnya bisa sodara dong dapat dari nen haruna temongmere Hp: 085399580371)

TENTANG BISNIS


                                                      REVISI PESAN BISNIS
Revisi (perbaikan) pesan merupakan tahap akhir dalam prosres pesan bisnis. Tahap ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pesan yang direncanakan sudah bebas dari kesalahan.
7.1  MENYUTING PESAN (Editing)
Menyusun pesan bisnis memerlukan proses yang dilakukan dengan hati-hati. Draft pesan yang telah selesai harus di review dan diperbaiki lagi, baik dari sudut isi maupun gaya bahasa yang digunakan, organisasi, serta format penulisannya.
7.1.1  Mengevaluasi Isi dan Organisasi
Evaluasi dimulai dengan membaca secara cepat dan memusatkan perhatian pada isi, organisasi, dan format pesan. Kemudian draft pesan dibandingkan dengan rencana semula.
Bagian awal dan akhir  memiliki dampak yang paling besar bagi penerima.pastikan bahwa bagian awal relevan, menarik dan sesuai kemungkinan reaksi penerima. Bagian akhir dikaji ulang untuk memastikan bahwa gagasan pokok telah diringkas dengan baik dan memberikan kesan positif pada penerima.
7.1.2  Meninjau Ulang Gaya dan Kemudahan Pembacaan
Untuk memastikan kemudahan pembacaan, periksa kembali kosa kata, panjang kalimat dan paragraf, dan struktur kalimat. Perlu dicari kemungkinan-kemungkinan pesan lebih menarik melalui penggunaan kata-kata dan ungkapan yang lebih kuat dan bersemangat.
7.2  MENULIS ULANG PESAN
Ernest Hemingway pernah menyatakan bahwa “tidak ada yang disebut menulis – yang ada hanya menulis ulang.” Pada kenyataannya, pelaku bisnis banyak melakukan  kesalahan berikut (1) hanya memindahkan kata-kata dan tidak benar-benar memperbaikinya,  (2) tidak melkikan penulisan ulang karena dianggap membuang-buang waktu, dan (3) mengirim dokumen pada saat-saat terakhir dibutuhkan.
Ketika menulis ulang, perhatian ditujukan pada setiap kata yang memberikan kontribusi pada kalimat yang efektif dan pengembangan kalimat agar menjadi paragraf yang bertalian secara logis.
Setelah penulisan ulang dilakukan dengan baik, dokumen bisnis kemungkinan akan menjadi berjumlah separuh dari rencana semula. Dokumen menjadi lebih ringkas mantap, dan kuat.
7.3  MEMPRODUKSI PESAN
Pada masa sekarang, sebagian besar dokumen bisnis diproduksi menggunakan komputer. Berbagai aplikasi bisa digunakan untuk membuat desain agar pesan lebih menarik. Desain pesan yang efektif  akan memberi pedoman kepada pembaca dalam menyimak seluruh isi dokumen. Desain yang menarik belum tentu efektif. Oleh karena itu, desain yang menarik dan efektif menjadi sasaran penting dalam memproduksi pesan.
Agar desain pesan bisnis efektif, perlu diperhatikan hal-hal berikut:
-        Konsistensi
Pemakaian desain yang konsisten dalam seluruh isi dokumen dan untuk elemen desain yang muncul berulang-ulang. Misalnya, penggunaan marjin, jenis huruf, besar huruf, spasi dan garis.
-        Seimbang
Supaya desain terlihat menyenangkan, perlu dijaga keseimbangan ruang antara teks, gambar, dan ruang kosong.
-        Terkendali
Desain diusahakan sederhana. Terlalu banyak elemen desain atau terlalu banyak sentuhan dekoratif akan menyebabkan dokumen terlihat  kacau.
-        Rincian
Desain yang baik akan memberi kemudahan bagi pembaca untuk mencari rincian pesan. Rincian pesan yang ingin ditampilkan akan mmempengaruhi desain.
7.4   MENCETAK PESAN
Mencetak dokumen yang belum selesai (proof sheet) dengan printer dapat dilakukan menggunakan pilihan print quality yang lebih rendah (economode) untuk menghemat toner atau tinta. Membbaca cetakan percobaan (proof reading) dilakukan untuk memeriksa kebenaran seluruh isi pesan, organisasi, format, dan desain. Setelah puas, pesan dicetak kembali dengan pilihan best quality dan selanjutnya di distribusikan kepada penerima.

KORESPONDENSI DALAM BISNIS


                                            KORESPONDENSI DALAM BISNIS
A.  PENGERTIAN KORESPONDENSI
Korespondensi berasal dari kata Correspondence (Inggris) atau Correspondentie (Belanda) yang berarti hubungan yang terjadi antara pihak-pihak yang terkait. Hubungan pihak-pihak yang terkait dalam bisnsis biasanya bersifat resmi dan dilakukan dengan surat-menyurat. Oleh karena itu, korespondensi juga diartikan sebagai surat-menyurat.
Surat merupakan suatu media pada saluran komunikasi tertulis yang digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak lain. Informasi yang disammpaikan melalui surat bisa berupa pemberitahuan, keterangan, pernyataan, perintah, permintaan, atau laporan.
E-mail menggunakan alat bantu computer yang dilengkapi modem dan melibatkan jasa layanan internet. Pengirim dan penerima e-mail harus memiliki fasilitas yang sama apabila berkomunikasi menggunakan e-mai.
B.  PERANAN KORESPONDENSI DALAM BISNIS
Korespondensi dalam bisnis memiliki peranan sebagai berikut:
1.       Menciptakan surat yang baik dan jelas
Dalam kehidupan sehari-hari, kesalahan dalam penulisann berbagai surat masih banyak terjadi. Misalnya, susunan kalimat tidak lengkap,berbelit-belit, tanda baca tidak benar,tata bahasa tidak teratur, dan  salah mengadopsi bentuk dan model surat. Kesalahan tersebut disebskan (1) tidak ada  pengarahan dan pengendalianmengenai cara menulis surat yang baik, baik dilingkungan keluarga dan organisasi; dan (2) masyarakat sendiri terlalu mudah memaafkan kesalahan dalam penulisan surat.
Kegiatan korespondensi secara tidak  langsung merupakan proses pembelajaran dalam menciptakan surat yang baik, jelas, dan tepat.
2.       Menciptakan kerja sama yang baik.
Perusahan tidak dapat mencapai tujuan tanpa bekerja sama dengan pihak lain.  Agar bisa bekerja sama dengan pihak lain, perusahan perlu menjaga komunikasi dengan baik. Pihak lain akan mendukung terciptanya kerja sama yang baik.
3.       Menyebarkan kegiatan
Tidak semua orang dalam perusahaan secara otomatis mengetahui kegiatan yang terjadi anatara perusahaan denngan pihak luar. Korespondensi memegang peranan penting dalam menyebarkan
C.  PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT DALAM KORESPONDENSI
Pada umumnya pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan korespondensi  adalah:
1.       Koresponden, yaitu orang atau orang  atau pihak yang  berkirim surat dan atau yang menandatangan  surat.
2.       Redaktur, yaitu orang yang menyusun  naskah  surat.
3.       Sekretaris, yaitu orang yang membantu pemimpin dalam kegiatan korespondensi.
4.       Juru  ketik, yaitu orang yang membantu memproduksi surat-surat.
5.       Register ,yaitu orang yang melakukan aktivitas tata usaha atau administrasi surat-surat yang meliputi pemberian nomor surat, pencatatan surat keluar dann surat masuk, serta menangani pengarsipan surat-surat (filling system).
6.       Kurir, yaitu orang atau pihak yang mmenyampaikan surat kepada penerima.
D.  FUNGSI SURAT
Selain sebagai alat komunikasi, surat memiliki fungsi berikut:
1.       Tanda bukti tertulis yang otentik.
Surat merupakan bukti “hitam diatas  putih” dan dapat menyimpan rahasia. Misalnya, surat perjanjian, surat nikah, akte kelahiran, surat wasiat,dll.
2.       Alat pengingat
Kemampuan manusia untuk mengingat  sangatlah terbatas, terlebih lagi dalam aktivitas yang rumit dan kompleks. Dokumen tertulis yang diarsip dengan baik akan berfungsi sebagai alat pengingat apabila sewaktu-waktu diperlukan.
3.       Dokumen historis
Surat menjadi dokumentasi bersejarah yang mampu memberikan gambaran mengenai kejadian-kejadian masa lalu, misalnya Supesemar.
4.       Pedoman kerja
Surat dapat dilakukan sebagai pedoman dalam melakukan suatu pekerjaan tertentu. Misalnya, surat perintah, surat kuasa, dan surat keputusan
5.       Jaminan keamanan
Selembar surat mampu memberikan jaminan keamanan kepada seseorang. Misalnya, surat keterangan jalan akan memberikan jaminan keamanan kepada seseorang dalam suatu perjalanan.
6.       Utusan atau duta organisasi
Surat berfungsi sebagai duta organisasi yang mampu mencerminkan  citra, mentalitas, jiwa, dan kondisi internal organisasi yang bersangkutan.
7.       Dasar penilaian dan keputusan
Surat merupakan salah sati dasar penilaian dan pengambilan keputusan. Misalnya, surat rekomendasi, surat keterangan, dan surat dalam bentuk laporan.
8.       Sebagai barometer kegiatan organisasi
Kegiatan organisasi disebarkan kepada pihak internal dan eksternal melalui surat. Dengan demikian, intensitas kegiatan organisasi dapat diukur dari frekwensi surat-menyurat.
9.       Alat untuk menumbuhkan sikap saling pengertian dan menghindari kesalahpahaman.
Surat tidak disusun dengan baik bisa menimbulkan kekacaauan. Namun, melalui surat pula saling pengertian dapat ditumbuhkan dan kesalpahaman dapat terhindari.
10.   Sarana meningkatkan kerja sama dengan pihak lain
Karena kerja sama dengan pihak lain akan terjalin lebih kuat dengan adanya surat. Arus surat-menyurat dengan pihak lain bisa menunjukan eratnya kerja sama dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
E.  PENGGOLONGAN SURAT
Surat- suratbisa digolongkan sebagai berikut:
1.       Menurut isi dan pengirimnya
a.       Surat resmi (Dinas Pemerintah)
b.      Surat niaga atau surat bisnis
c.       Surat pribadi
2.       Menurut maksud dan tujuannya
a.       Surat pemberitahuan
b.      Surat keputusan
c.       Surat perintah
d.      Surat edaran
e.      Surat peringatan
f.        Surat panggilan
g.       Surat permintaan atau permohonan
h.      Surat perjanjian
i.         Surat penawaran
j.        Surat pesanan
k.       Surat laporan
l.         Surat pengantar
m.    Surat lamaran pekerjaan
n.      Surat penegasan
o.      Surat penuntutan (klaim)
3.       Menurut wujud atau bentuknya
a.       Surat bersampul
b.      Memorandum atau nota
c.       Telegram
d.      Telex
e.      Radiogram
f.        Faksimili
g.       Kartu pos
h.      Wesel/warkat pos
4.       Menurut jaminan keamanan
a.       Surat sangat rahasia
b.      Surat rahasia
c.       Confidential (terbatas)
d.      Surat biasa

5.       Menurut urgensinya
a.       Surat kilat khusus
b.      Surat kilat (amat segara)
c.       Surat biasa
6.       Menurut alirannya
a.       Surat keluar
b.      Surat masuk
7.       Menurut kegunaannya
a.       Surat konsep
b.      Surat asli
c.       Surat tebusan
d.      Surat petikan
8.       Menurut nilai isinya
a.       Surat tidak t rutin
b.      Surat rutin
9.       Menurut sifatnya
a.       Surat yang bersifat mengatur
b.      Surat yang tidak bersifat mengatur
F.  BAGIAN-BAGIAN SURAT
Secara umum kepala surat mencakup bagian-bagian berikut:
1)      Kepala surat atau kop surat
Kepala surat atau kop surat  merupakan cirri khas suatu organisasi yang berisi nama organisasi, alamat lengkap,nomor  telepon ,nomor faksimili, alamat e’mail, nomor kotak pos, alamat kawat, logo atau lambang,dll.
Contoh :
Guna kepala surat:
a.  untuk mengetahui nama dan alamat organisasi pengirim surat
b.  sebagai identitas organisasi
c.  sebagai lambang atau simbol organisasi
d.  sebagai alat promosi
2)      Tanggal pembuatan surat
Tanggal pembuatan surat dicantumkan untuk memudahkan penunjukan waktu pembuatan surat oleh penerima.
3)      Nomor, lampiran, dan hal atau perihal
Nomor surat biasanya dipakai dalam surat-surat dinas (resmi)
Guna nomor surat :
a.       Memudahkan pencarian surat bila sewaktu-waktu diperlukan
b.      Mempermudah penunjukan surat-menyurat
c.       Mempermudah penyimpanan
d.      Mengetahui jumlah surat yang dibuat                                                                                                                               Lampiran surat diisi dengan hal-hal yang dicantumkan sebagai laampiran surat. Dalam surat niaga atau bisnis, semua lampiran harus diseebutkan satu per satu. Sementara dalam surat dinas, cukup dituliskan satu lampiran atau berkas.
Hal/perihal merupakan petunjuk mengenai pokok isi surat untuk mempermudah penerima dalam membahas isi surat dam memberikan tanggapan atau balasan.